RSS

Tuesday, January 15, 2013

Wawasan Bimbingan dan Konseling



A.   Pengertian Bimbingan dan Konseling
Rochman dalam buku Syahril, 2008, memberikan pengertian melalui huruf-huruf yang ada pada kata BIMBINGAN dan KONSELING.
B-I-M-B-I-N-G-A-N yaitu bantuan yang diberikan kepada individu atau kelompok agar mereka dapat mandiri, melalui bahan, interaksi, nasihat, gagasan, alat dan asuhan yang didasarkan atas norma atau nilai-nilai yang berlaku.
K-O-N-S-E-L-I-N-G yaitu konsep tentang diri, orang lain, pendapat orang lain tentang diri, tujuan (harapan, kepercayaan diri), serta dapat menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungan dan masyarakatnya.
Menurut para ahli, pengertian bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut.
1.    Ade Sanjaya (2011)
Bimbingan dan konseling merupakan proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) dan tidak langsung (melalui media internet atau telepon) dalam rangka membantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya.

2.    Menurut beberapa ahli (Farchan, 2009)
a.    Cavanagh
Konseling merupakan, “a relationship between a trained helper and a person seeking help in which both the skills of the helper and the atmosphere that he or she creates help people learn to relate with themselves and others in more growth-producing ways.”
[Hubungan antara seorang penolong yang terlatih dan seseorang yang mencari pertolongan, di mana keterampilan si penolong dan situasi yang diciptakan olehnya menolong orang untuk belajar berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain dengan terobosan-terobosan yang semakin bertumbuh (growth-producing ways).

b.    Pepinsky 7 Pepinsky (Shertzer & Stone 1974)
Konseling adalah interaksi yang (a) terjadi antara dua orang individu, masing-masing disebut konselor dan klien, (b) terjadi dalam suasana yang profesional (c) dilakukan dan dijaga sebagai alat untuk memudahkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien.

c.    Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang pendidikan menengah
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan.

d.    Prayitno (2003)
Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.

3.    Kesimpulannya
Bimbingan dan konseling merupakan pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik individu/kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi sosial belajar dan karir melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku. 

Berdasarkan keputusan bersama Mendikbud dan BAKN No. 43/P/1993 dan No. 45 tahun 1993 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, maka kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah ditetapkan menjadi 4 bidang bimbingan dan konseling, yaitu sebagai berikut ini.
1.    Bidang Bimbingan Pribadi
Bertujuan untuk membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mantap, dan mandiri, serta sehat jasmani dan rohani.


2.    Bidang Bimbingan Sosial
Bertujuan untuk membantu siswa mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti luhur, tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan.

3.    Bidang Bimbingan Belajar
Bertujuan untuk membantu siswa untuk mengenal, menumbuhkan dan mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan IPTEK, kesenian serta mempersiapkan diri siswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi atau terjun ke lapangan.

4.    Bidang Bimbingan Karir
Bertujuan untuk mengenal potensi diri siswa yang dapat dikembangkan sebagai bekal untuk berkarir di masa depan.

Menurut Prayitno dalam buku Syahril, 2008, untuk melaksanakan keempat bidang bimbingan dan konseling di atas, ada tujuh layanan yang diberikan kepada siswa.
1.    Layanan orientasi
è Bertujuan untuk memberikan pemahaman penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan sekolah dan atau komponen pendidikan lainnya yang baru dimasuki siswa.
è Diberikan kepada siswa yang memasuki situasi baru sebagai murid baru, naik kelas, atau kurikulum, dan guru baru.
è Contoh: MOS, orientasi kelas baru, EBTA, EBTANAS

2.    Layanan informasi
è Bertujuan untuk membekali siswa dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, dan merencanakan serta mengembangkan pola kehidupan sebagai siswa, anggota keluarga, dan masyarakat.
è Materinya meliputi informasi tentang pengembangan pribadi, informasi kurikulum dan PBM, informasi pendidikan lanjutan, informasi jabatan, informasi tentang kehidupan keluarga, sosial kemasyarakatan, keagamaan, sosial budaya, dan lingkungan.

3.    Layanan penempatan dan penyaluran
è Bertujuan untuk memberikan layanan tentang berbagai hal seperti kemampuan, bakat dan minat siswa yang belum tersalurkan secara tepat.
è Meliputi penempatan di dalam kelas, di dalam kelompok, dan program yang lebih luas.

4.    Layanan pembelajaran
è Bertujuan untuk memungkinkan siswa memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta tuntutan kemampuan yang berguna untuk kehidupan dan pengembangannya.
è Meliputi pengenalan siswa tentang kemampuan, motivasi, sikap dan kebiasaan belajar, mengembangkan keterampilan belajar, pengajaran perbaikan, dan program pengayaan.

5.    Layanan konseling perorangan
è Bertujuan untuk memecahkan berbagai masalah siswa dan dapat dilaksanakan untuk segenap masalah siswa secara perseorangan baik dalam bidang pribadi, sosial, belajar dan karir, dengan tidak membedakan pribadi siswa ataupun permasalahan yang dialami individu.

6.    Layanan bimbingan kelompok
è Memungkinkan siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, baik secara individu, pelajar, keluarga, dan masyarakat.
è Materinya berhubungan dengan kehidupan beragama dan kesehatan, penerimaan diri (sosial atau sehari-hari), emosi-prasangka dan konflik, kebiasaan, pengembangan hubungan sosial, pemahaman tentang dunia kerja, dan persiapan untuk kelanjutan studi.


7.    Layanan konseling kelompok
è Memungkinkan siswa memperoleh kesempatan untuk membahas dan mengentaskan masalah melalui dinamika kelompok.

Agar terlaksananya kegiatan bimbingan dan konseling dengan baik, maka di sekolah diperlukan kegiatan pendukung yang berkaitan dengan bimbingan dan konseling.
1.    Aplikasi instrumentasi bimbingan dan konseling
è Bertujuan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang siswa, lingkungan siswa dan lingkungan yang lebih luas yang dapat digunakan untuk pengembangan diri siswa.
è Dapat dilakukan dengan test dan non-test.

2.    Konferensi kasus
è Membahas permasalahan yang dialami siswa dalam suatu forum diskusi yang dihadiri oleh pihak-pihak terkait (guru, orangtua/wali, kepala sekolah).
è Sifatnya tertutup dan terbatas pada individu yang terkait.

3.    Kunjungan rumah
è Untuk memperoleh keterangan yang diperlukan dalam pemahaman lingkungan dan permasalahan siswa dan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan siswa.

4.    Alih tangan kasus
è Untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik dalam memecahkan masalah siswa.

B.   Latar Belakang Perlunya Bimbingan dan Konseling Dalam Pendidikan
1.    Latar belakang sosial budaya
è Perubahan dan perkembangan sosial sangat cepat terjadi dalam kehidupan manusia saat ini, terutama dengan adanya era globalisasi yang akan mengakibatkan bertambahnya jenis pekerjaan, pendidikan, dan pola-pola yang dituntut untuk mengisi kehidupan tersebut. Karena sekolah berada dalam masyarakat, maka sekolah harus membantu siswa untuk menyiapkan diri agar mampu menghadapi tantangan yang ada di masyarakat.

2.    Latar belakang pendidikan
Ada tiga bidang kegiatan:
a.    Bidang pengajaran dan kurikulum
Bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pengajaran yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan membentuk sikap-sikap yang diperlukan sebagai salah satu anggota masyarakat. Bidang ini sepenuhnya tanggung jawab guru.

b.    Bidang administrasi dan kepemimpinan
Berhubungan dengan masalah administrasi dan kepemimpinan dan menjadi tanggung jawab kepala sekolah.

c.    Bidang pembinaan pribadi siswa
Bertanggung jawab memberikan pelayanan agar siswa memperoleh kesejahteraan lahir dan batin dalam proses pendidikan yang sedang ditempuhnya sehingga siswa dapat mencapai tujuannya secara baik. Bidang ini menjadi tanggung jawab guru pembimbing bersama guru di sekolah.

3.    Latar belakang psikologis
Menyangkut:
a.    Masalah perkembangan individu
Dengan memperhatikan:
1)    Hasil proses belajar tergantung pada tingkat kematangan yang telah dicapai.
2)    Tempo perkembangan berlangsung cepat pada tahun pertama.
3)    Setiap individu memiliki tempo dan irama perkembangan masing-masing.
4)    Pembawaan dan lingkungan sama-sama berpengaruh.
5)    Perkembangan dapat mengalami kemunduran dan dapat pula dipercepat.
6)    Perkembangan menuju ke arah integrasi.

b.    Masalah perbedaan individu
Di sekolah, individu siswa dibentuk oleh lingkungan guru dan materi yang sama, akan tetapi hasilnya ada siswa yang cepat, lambat, dan malas dalam belajar. Kenyataan ini membutuhkan adanya pelayanan yang sesuai dengan perbedaan individu yang ada di sekolah.

c.    Masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku
Kegiatan bimbingan dan konseling dapat melihat dan memahami kebutuhan individu sehingga terciptanya penyesuaian diri individu.

d.    Masalah belajar
Individu yang belajar dipengaruhi oleh faktor yang ada dalam diri individu. Faktor dalam maupun faktor luar individu dapat menimbulkan masalah belajar bagi siswa. Salah satu tujuan kegiatan bimbingan adalah untuk memahami dan mengatasi masalah belajar siswa.

C.   Tujuan Bimbingan dan Konseling
Secara umum, tujuan bimbingan dan konseling adalah untuk membantu individu dalam mencapai kebahagiaan hidup pribadi, kehidupan yang efektif dan produktif di masyarakat, hidup bersama individu lain, serta harmoni cita-cita dengan kemampuan yang ada.
Berdasarkan kepentingannya, tujuan bimbingan dan konseling dibagi 4, yaitu:
1.    Sekolah
a.    Menysusun dan menyesuaikan data tentang siswa.
b.    Sebagai penengah antara sekolah dan masyarakat.
c.    Mengadakan penelitian tentang siswa dan latar belakang siswa.
d.    Menyelenggarakan program test.
e.    Membantu menyelenggarakan kegiatan penataran bagi guru dan staf lainnya.
f.     Menyelenggarakan pendidikan lanjutan bagi siswa yang sudah tamat (tambahan keterampilan).

2.    Siswa
a.    Membantu siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki.
b.    Membantu sosialisasi dan sensitifikasi siswa terhadap kebutuhannya.
c.    Membantu siswa untuk mengembangkan motif dan motivasi belajar.
d.    Memberikan dorongan dalam mengarahkan diri, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan dalam pendidikan.
e.    Mengembangkan sikap dan nilai secara menyeluruh serta puas dengan keadaan hidup.
f.     Membantu siswa dalam memahami tingkah laku manusia.
g.    Membantu siswa dalam memperoleh kepuasan diri.
h.    Membantu siswa untuk seimbang dalam aspek jasmani, rohani, emosi, dan sosial.
i.      Membantu siswa mendapat kesempatan dalam mengembangkan potensinya di lingkungan dan di masyarakat.

3.    Guru
a.    Membantu guru dalam keseluruhan program pendidikan.
b.    Membantu guru dalam usaha memahami perbedaan individu siswa.
c.    Merangsang dan mendorong penggunaan prosedur  dan teknik bimbingan.
d.    Membantu dan mengenalkan pentingnya keterlibatan diri dalam keseluruhan program pendidikan.
e.    Membantu guru dalam berkomunikasi dengan siswa.

4.    Orang tua siswa
a.    Membantu orang tua dalam menghadapi masalah hubungan antara siswa dengan keluarga.
b.    Membantu dalam memperoleh pengertian tentang masalah siswa serta bantuan yang dapat diberikan.
c.    Membina hubungan baik antara keluarga dan sekolah.
d.    Membantu memberikan pengertian terhadap orang tua tentang program pendidikan pada umumnya.

D.   Fungsi Bimbingan dan Konseling
Menurut Prayitno dalam Syahril, 2008, bimbingan dan konseling memiliki:
1.    Fungsi pemahaman
Dengan memahami siswa dan permasalahannya, besar kemungkinan jalan keluar dari pemecahan masalah akan dapat ditemukan sehingga diharapkan siswa dapat terlepas dari permasalahan yang dialaminya.

2.    Fungsi pencegahan
Untuk mencegah atau paling tidak memperkecil akibat yang akan timbul dari masalah siswa.

3.    Fungsi pemeliharaan
Agar hal-hal yang telah dipunyai individu siswa terjaga dan terpelihara dengan baik serta hal-hal yang menjadi kekurangan individu dapat dikurangi sedikit demi sedikit sehingga dapat memberikan manfaat bagi dirinya maupun lingkungan sekolah.

4.    Fungsi pengembangan
Untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri siswa sehingga individu siswa dapat puas dan bahagia dalam hidupnya.

5.    Fungsi pengentasan
Dengan terentasnya masalah siswa, maka diharapkan siswa bebas dari permasalahan yang dihadapinya sehingga kebahagiaan siswa dapat terwujud.

E.    Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling
Rochman dalam Syahril 2008, merangkum prinsip-prinsip bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut ini.


1.    Prinsip-prinsip umum
a.    Sikap dan tingkah laku individu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan ruwet.
b.    Pengenalan dan pemahaman tentang perbedaan individu merupakan suatu keharusan.
c.    Bimbingan diusahakan untuk dapat mengarahkan individu untuk dapat menolong diri sendiri.
d.    Bimbingan berpusat pada individu siswa.
e.    Masalah yang tak dapat diselesaikan oleh guru pembimbing harus dilakukan tindakan reveral (alih tangan).
f.     Bimbingan dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan siswa.
g.    Bimbingan harus fleksibel.
h.    Program bimbingan harus selaras dengan program sekolah.
i.      Pelaksanaan bimbingan harus dilaksanakan di bawah koordinator guru pembimbing yang berkualifikasi pendidikan sarjana bimbingan dan konseling.
j.      Penilaian terhadap kegiatan harus senantiasa secara kontinu.

2.    Prinsip khusus yang berhubungan dengan siswa
a.    Pelayanan ditujukan untuk seluruh siswa.
b.    Ada kriteria tertentu untuk menentukan prioritas.
c.    Program bimbingan harus berpusat pada siswa.
d.    Pelayanan memenuhi kebutuhan individu siswa yang berbeda.
e.    Keputusan akhir terletak pada individu siswa.
f.     Siswa yang telah mendapatkan pelayanan harus secara berangsur-angsur dapat menolong diri sendiri.

3.    Prinsip yang berhubungan dengan guru pembimbing
a.    Guru pembimbing harus mampu melakukan tujuan sesuai dengan kemampuannya.
b.    Guru pembimbing hendaklah dipilih atas dasar kualifikasi pendidikan, kepribadian, pengalaman, dan kemampuan.
c.    Guru pembimbing harus dapat kesempatan untuk mengembangkan dirinya serta keahliannya melalui latihan dan penataran.
d.    Guru pembimbing hendaknya selalu menggunakan informasi yang tersedia mengenai diri individu yang dibimbing beserta lingkungannya, sebagai bahan untuk membantu individu ke arah penyesuaian diri.
e.    Guru pembimbing harus menghormati dan menjaga kerahasiaan individu yang dibimbingnya.
f.     Fakta-fakta yang berhubungan dengan lingkungan individu harus diperhitungkan dalam memberikan bimbingan kepada individu yang bersangkutan.
g.    Guru pembimbing hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode dan teknik yang tepat dalam melakukan tugas.
h.    Guru pembimbing hendaknya memperhatikan dan mempergunakan hasil penelitian dalam minat, kemampuan, dan hasil belajar individu untuk kepentingan perkembangannya.

4.    Prinsip yang berhubungan dengan organisasi dan administrasi bimbingan
a.    Bimbingan dilakukan secara kontinu.
b.    Tersedianya kartu pelayanan pribadi.
c.    Program disesuaikan dengan program sekolah.
d.    Adanya pembagian waktu untuk para guru pembimbing.
e.    Pelaksanaan dapat dilakukan secara individu atau kelompok.
f.     Sekolah harus dapat bekerjasama dengan lembaga di luar sekolah.
g.    Kepala sekolah memegang tanggung jawab tertinggi dalam pelaksanaan program.

F.    Azas-Azas Bimbingan dan Konseling
Menurut Prayitno, dalam Syahril (2008), azas-azas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut ini.
1.    Azas kerahasiaan
Bila seorang siswa telah mengungkapkan masalahnya kepada guru pembimbing, maka guru pembimbing harus menjaga akan kerahasiaan informasi dan data yang didapat dari siswa, sehingga dengan demikian diharapkan terbentuk suatu kepercayaan dari diri siswa untuk mengemukakan permasalahannya secara jelas.

2.    Azas kesukarelaan
Guru pembimbing berkewajiban untuk mengembangkan sikap kesukarelaan siswa sehingga diharapkan siswa mampu menghilangkan rasa keterpaksaannya datang ke guru pembimbing.

3.    Azas keterbukaan
Siswa dituntut berbicara jujur dan terbuka tentang masalah dirinya sehingga pengkajian berbagai kekuatan dan kelemahan siswa dapat menjadi lebih jelas.

4.    Azas kemandirian
Dalam pelayanan, guru pembimbing hendaknya selalu menghidupkan kemandirian siswa asuh sehingga siswa asuh tidak menjadi tergantung pada guru pembimbing dan orang lain.

5.    Azas kegiatan
Usaha yang dilakukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling tidak akan memberikan hasil yang berarti bila siswa asuh tidak melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan.

6.    Azas kedinamisan
Kegiatan bimbingan dan konseling menghendaki terjadi perubahan yang selalu menuju ke suatu pembaharuan dalam diri siswa ke arah yang lebih baik dan maju.

7.    Azas keterpaduan
Kegiatan bimbingan dan konseling memadukan berbagai aspek dari diri individu yang dibimbing dan sesuai dengna layanan yang ditawarkan sehingga tidak membingungkan siswa.

8.    Azas normatif
Norma-norma yang ada di masyarakat harus menjadi salah satu pertimbangan dalam memberikan layanan kepada siswa agar dapat menjadi seorang yang memperhatikan norma dalam kegiatannya sehari-hari.

9.    Azas keahlian
Kegiatan bimbingan dan konseling dilakukan secara teratur, sistematik dan mempergunakan teknik serta alat yang teruji secara ilmiah.

10.  Azas alih tangan
Guru pembimbing hanya menangani masalah yang sesuai dengan ahli dan kewenangannya, jadi jika ada masalah yang telah dicobanya selesaikan dengan sepenuh hati, namun siswa yang bersangkutan belum terbantu sesuai dengan yang diharapkan, maka guru pembimbing harus mengalihtangankan siswa tersebut kepada petugas lain atau ke profesi lain, seperti dokter, polisi, atau ahli agama.

11.  Azas tut wuri handayani
Azas ini menunjukkan pada suasana umum yang hendaknya tercipta dalam rangka hubungan keseluruhan guru pembimbing dengan siswa.

Seluruh azas ini saling berhubungan satu dan lainnya karena dalam pelaksanaannya, ke semua azas tersebut harus diperhatikan dan dijalankan oleh guru pembimbing dan siswanya.

  KEPUSTAKAAN

Ade Sanjaya. 2011. Pengertian Bimbingan dan Konseling. http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/01/pengertian-bimbingan-konseling.html (diakses pada hari Kamis, 22 September 2011, pukul 23.11)
Farchan. 2009. Pengertian Bimbingan dan Konseling Menurut Beberapa Ahli. http://1001farchan.blogspot.com/pengertian-bimbingan-dan-konseling (diakses pada hari Kamis, 22 September 2011, pukul 23.26)
Syahril dan Asmidir Ilyas. 2008. Bahan Ajar Profesi Kependidikan. UNP Press: Padang

 

1 comments:

Anonymous said...

Lucky Club - Best Casino Site In The World - Lucky Club
The Lucky Club, an online gambling site offering a wide range of casino games, has just launched a brand new luckyclub.live customer program with their first

Post a Comment

Terima kasih, Anda telah bersedia meninggalkan komentar Anda mengenai post ini. ^^

Popular Posts